Bentuk Terkini Patrick Kluivert sebagai Pelatih Timnas Indonesia
- Admin

- Oct 13, 2025
- 2 min read

Patrick Kluivert, mantan bintang sepak bola Belanda yang pernah membela klub-klub besar seperti Ajax, Barcelona, dan AC Milan, resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada 9 Januari 2025. Pengangkatan ini diharapkan membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia, mengingat pengalaman Kluivert sebagai pemain dan pelatih di level internasional. Namun, sembilan bulan kemudian, performa tim di bawah arahan Kluivert justru menjadi sorotan tajam, terutama setelah kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sejak mengambil alih, Kluivert telah memimpin Timnas Indonesia dalam delapan pertandingan resmi, dengan catatan hanya tiga kemenangan, sisanya berakhir dengan hasil imbang atau kekalahan. Rekor ini dianggap mengecewakan, mengingat Indonesia sempat menunjukkan kemajuan di bawah pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong. Kluivert menerapkan sistem permainan baru, termasuk perubahan gaya bermain yang lebih ofensif, namun hasilnya belum memuaskan.
Puncak kekecewaan datang di babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 Asia. Indonesia kalah 3-2 dari Arab Saudi di laga pembuka Grup B, meski Kluivert memuji timnya "bermain seperti singa" dan menekankan perlunya perbaikan. Kekalahan kedua datang saat menghadapi Irak dengan skor 0-1 di Jeddah, yang secara resmi mengakhiri mimpi Indonesia lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1938. Setelah pertandingan, Kluivert mengaku "hancur" dan menyebut para pemainnya "kecewa berat", tapi dia tetap bangga dengan usaha mereka.

Reaksi publik tak kalah heboh. Tagar #KluivertOut langsung trending di media sosial setelah kekalahan dari Irak, dengan fans menuntut pemecatan pelatih berusia 49 tahun itu. Media Indonesia juga ikut menyerukan agar Kluivert dipecat, menyebut kegagalan ini sebagai "pukulan berat" bagi sepak bola nasional. Ketua PSSI, Erick Thohir, bahkan meminta maaf kepada masyarakat atas kegagalan ini. Insiden pasca-pertandingan Irak juga menambah kontroversi, di mana tiga pemain Indonesia mendapat kartu merah dan seorang ofisial tim mendorong wasit.
Meski demikian, Kluivert menegaskan tidak ada rencana mundur dan siap melanjutkan tugasnya. Kabar terbaru menyebut kontraknya mungkin diperpanjang hingga Piala Asia 2027, meski tekanan terus meningkat. Di tengah kritik, Kluivert tetap optimis bahwa perubahan yang dia terapkan akan membuahkan hasil di masa depan, terutama dengan skuad yang banyak diisi pemain keturunan Belanda seperti Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen.

Bentuk terkini Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia jelas sedang diuji. Apakah dia bisa membalikkan keadaan atau justru harus angkat kaki? Masa depan sepak bola Indonesia kini bergantung pada keputusan PSSI dan performa tim di turnamen mendatang. Pantau terus perkembangannya!



Comments