top of page
Search

Mengapa The Reds Terpuruk?

  • Writer: Admin
    Admin
  • Oct 30, 2025
  • 2 min read

Liverpool FC, klub legendaris yang baru saja meraih gelar Premier League musim 2024/2025 dengan rekor impresif 25 kemenangan, 9 imbang, dan hanya 4 kekalahan, kini menghadapi mimpi buruk di awal musim 2025/2026. Setelah menghabiskan lebih dari £500 juta untuk transfer musim panas, The Reds justru mengalami penurunan performa drastis. Dalam artikel ini, kita akan bahas penyebab kegagalan terkini Liverpool, hasil pertandingan baru-baru ini, dan prospek ke depan.

Liverpool 24/25 season
Liverpool 24/25 season

Sukses Musim Lalu vs. Kegagalan Saat Ini Musim lalu, di bawah Arne Slot yang baru menggantikan Jurgen Klopp, Liverpool tampil dominan. Mereka finis di posisi pertama Premier League dengan 84 poin, unggul di kandang (14-4-1) dan tandang (11-5-3). Di Liga Champions, mereka mencapai babak 16 besar. Namun, memasuki musim baru, segalanya berubah. Hingga akhir Oktober 2025, Liverpool telah kalah enam kali dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi. Hasil terkini sungguh menyedihkan: Kekalahan 0-3 dari Crystal Palace di Carabao Cup (29 Oktober), 3-2 dari Brentford (25 Oktober), 1-2 dari Manchester United (19 Oktober), dan sebelumnya kalah dari Chelsea 2-1 (4 Oktober). Ini adalah rangkaian kekalahan terburuk dalam beberapa tahun, membuat mereka tersingkir dari Carabao Cup dan berjuang di papan tengah Premier League. Fans di X (sebelumnya Twitter) ramai mengeluh, dengan postingan seperti "Liverpool collapse coming" dan "Slot failing tactically" yang viral.

Liverpool 0-3 Crystal Palace
Liverpool 0-3 Crystal Palace

Transfer Mahal yang Belum Berbuah Liverpool memecahkan rekor transfer Inggris dengan belanja besar-besaran. Pemain baru seperti Alexander Isak (£125 juta dari Newcastle), Florian Wirtz (£116 juta dari Bayer Leverkusen), Hugo Ekitike (£79 juta dari Eintracht Frankfurt), Giorgi Mamardashvili (£29 juta dari Valencia), dan Giovanni Leoni (£26 juta dari Parma) diharapkan memperkuat skuad. Namun, integrasi mereka gagal. Isak dan Ekitike cedera, Wirtz belum menemukan performa terbaik, dan penjualan Luis Diaz tanpa pengganti tepat memperlemah serangan. Kelemahan utama ada di pertahanan. Liverpool gagal merekrut Marc Guehi dari Crystal Palace, yang kini terbukti mahal. Duet bek tengah sering bocor, dengan kesalahan passing di lini tengah yang berulang. Cedera massal—Alisson, Jeremie Frimpong, Isak, Curtis Jones, Ryan Gravenberch, dan Leoni—memperburuk situasi. Arne Slot dikritik karena taktiknya yang kurang fleksibel, seperti mengandalkan umpan silang panjang tanpa hasil.

Arne slot
Arne slot

Penyebab Utama Penurunan dan Prospek Masa Depan Beberapa faktor jadi biang kerok: Kurangnya kimia tim setelah transfer besar, taktik Slot yang tak adaptif terhadap cedera, dan performa buruk pemain kunci seperti Mohamed Salah yang mulai menurun usia. Di X, pencarian semantik menunjukkan topik "Liverpool failure 2025" dan "poor performance" mendominasi diskusi fans. Tren Google di Indonesia juga menunjukkan peningkatan pencarian "kegagalan Liverpool" dan "performa Liverpool musim ini", terutama setelah kekalahan dari Palace Apakah ada harapan? Liverpool masih punya skuad berkualitas. Jika Slot bisa menyesuaikan formasi dan pemain pulih dari cedera, mereka bisa bangkit di paruh kedua musim. Namun, tanpa perubahan cepat, musim ini bisa berakhir tanpa trofi. Fans The Reds harus sabar, tapi tekanan semakin besar di Anfield.

Promo code : ml_1605720




 
 
 

Comments


About  
 

Mission:
To create an engaging and easy-to-use product so that every customer can enjoy the thrill and experience positive emotions on their betting journe

  • Facebook
  • Instagram
Thanks for visiting us

MELBET Indonesia Blogs
Melbet 18+

© 2035 by Ad Men. Powered and secured by Wix

bottom of page